
Pameran seni rupa menjadi medium penting dalam menghadirkan seni sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Melalui karya seni, pengalaman batin, refleksi sosial, dan perjalanan hidup seniman dapat diwujudkan dalam bentuk visual yang mampu dilihat, dirasakan, bahkan dimaknai secara mendalam oleh masyarakat. Nilai inilah yang dihadirkan dalam pameran seni rupa tunggal karya Dewi Rohmawati Nurkhasanah yang diselenggarakan di Universitas Ma’arif Lampung.
Kegiatan ini merupakan inisiatif Unit Kegiatan Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Seni Rupa (UKM IMPASI) Universitas Ma’arif Lampung. Pameran dihadiri oleh senior UKM IMPASI, anggota aktif, calon anggota baru, serta mahasiswa Universitas Ma’arif Lampung sebagai bentuk dukungan terhadap proses kreatif mahasiswa dalam bidang seni rupa.
Pameran seni rupa ini berlangsung di ruang pameran seni internal Universitas Ma’arif Lampung yang dirancang sebagai ruang pertemuan antara karya, seniman, dan pegiat seni. Pelaksanaan pameran dijadwalkan mulai 16 Januari 2026 dan berlangsung selama empat hari. Penataan ruang pameran dirancang secara konseptual agar pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan karya, baik secara visual maupun emosional.
Melalui pameran ini, Dewi Rohmawati Nurkhasanah menyampaikan pandangannya bahwa seni bukan sekadar unsur estetika atau hiasan semata, melainkan bagian dari cara manusia bertahan hidup. Seni menjadi media untuk menyuarakan perasaan, pengalaman, dan harapan yang kemudian dapat dinikmati dan dirasakan oleh orang lain. Setiap karya yang dipamerkan merepresentasikan perjalanan hidup, akumulasi rasa, serta proses refleksi yang terus berkembang.

Ketua Umum UKM IMPASI, Ufilina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pameran seni rupa tunggal ini menjadi ruang pembelajaran bersama. Ia menegaskan bahwa proses berkarya tidak menuntut kesempurnaan instan, melainkan keberanian untuk mencoba dan konsistensi dalam belajar. Pameran ini diharapkan mampu menumbuhkan kepercayaan diri, khususnya bagi calon anggota baru UKM IMPASI, agar tidak takut berekspresi melalui seni.
Lebih lanjut, pameran ini juga menjadi sarana motivasi bagi mahasiswa untuk memahami bahwa setiap proses kreatif memiliki nilai dan makna. Dengan menikmati setiap tahapan berkarya, seniman dapat membangun kesadaran artistik sekaligus kepekaan sosial. Melalui semangat tersebut, UKM IMPASI berupaya mendorong lahirnya generasi seniman muda yang berani, reflektif, dan terus berproses.
Sebagai penutup, Ufilina secara resmi membuka pameran seni rupa tunggal ini dengan harapan agar kegiatan tersebut dapat menginspirasi, memperkaya wawasan seni, serta memperkuat ekosistem seni rupa di lingkungan Universitas Ma’arif Lampung. [IS]