Dewan Kesenian Metro

Memperkuat Peran Kelembagaan Kesenian dan Politik Kebudayaan Daerah, DKL menggelar Temu Wacana Dewan Kesenian se-Provinsi Lampung Tahun 2025

Metro, 29 Juli 2025 – Dewan Kesenian Lampung (DKL) akan menggelar Temu Wacana Dewan Kesenian se-Provinsi Lampung Tahun 2025 pada Kamis, 31 Juli 2025, di Hotel Hexton, Bandar Lampung. Acara ini merupakan langkah strategis DKL dalam memperkuat peran kelembagaan kesenian dan politik kebudayaan daerah di tengah dinamika global yang terus berubah.

Mengusung tema “Sinergitas dan Penguatan Ekosistem Seni Budaya melalui Dewan Kesenian dalam Merespon Tantangan Global”, kegiatan ini diharapkan menjadi forum penting bagi lebih dari 60 perwakilan Dewan Kesenian dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Daerah yang terlibat antara lain Metro, Lampung Selatan, Way Kanan, Bandar Lampung, Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Lampung Timur, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat. Bahkan, kabupaten/kota yang belum memiliki struktur resmi Dewan Kesenian, seperti Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran, turut melibatkan seniman serta pelaku budaya lokal, menandakan inklusivitas dialog lintas wilayah ini.

Ketua Dewan Kesenian Lampung, Prof. Dr. Satria Bangsawan, SE., M.Si, menekankan krusialnya membangun jejaring yang solid antarlembaga seni budaya. Menurutnya, hal ini adalah respons atas pesatnya perkembangan dunia. “Seni dan budaya kita tidak bisa berjalan sendiri. Kekuatan kita ada pada jejaring, pada kolaborasi antarlembaga. Temu Wacana ini adalah ruang untuk menyatukan langkah, menyamakan arah, dan menegaskan kembali peran strategis Dewan Kesenian dalam pembangunan kebudayaan yang berkelanjutan.

Bagus S. Pribadi, Sekretaris Umum DKL, menjelaskan pemilihan nama “Temu Wacana” sebagai bentuk refleksi kritis terhadap pola pertemuan yang seringkali terlalu formal namun minim hasil konkret. “Mengapa wacana? Karena biasanya pertemuan serius cuma menghasilkan wacana, namun tidak jarang pertemuan yang sekadar wacana justru menghasilkan hal yang serius,” ujarnya, menyiratkan harapan adanya terobosan nyata dari diskusi yang informal namun mendalam.

Temu Wacana 2025 akan menghadirkan sejumlah narasumber kredibel, baik dari tingkat nasional maupun daerah, yang akan memberikan perspektif beragam. Mereka adalah Restu Gunawan (Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan RI), Irawan Karseno (Ketua Koalisi Seni Indonesia dan mantan Ketua Dewan Kesenian Jakarta 2015–2018), Iwan Nurdaya Djafar (Budayawan Lampung dan Sekretaris Akademi Lampung), serta perwakilan dari Komisi V DPRD Provinsi Lampung. Kehadiran legislator ini secara jelas menunjukkan dimensi politik dalam upaya penguatan ekosistem seni.

Agenda utama kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi tematik lintas daerah, serta penyusunan Maklumat Bersama. Maklumat ini diharapkan menjadi komitmen kolektif antar-dewan kesenian se-Lampung untuk bersinergi. Melalui forum ini, Dewan Kesenian Lampung berharap terciptanya fondasi yang lebih sinergis, adaptif, dan inklusif dalam membangun ekosistem seni budaya di tengah arus perubahan dunia yang semakin kompleks. (Red)

Sumber : potretmetro.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top